Senin, 02 Mei 2011

Konspirasi Amerika di Dunia Islam

M. Rizal Ismail (Bahan Khutbah)

Islam Adalah Modal Utama Kekuatan Amerika Sekarang !!!

Kalo kita mengenang kembali dimasa kekuasaan Sukarno, Sukarno sendiri
adalah antek Amerika karena memang beliau bisa diakui resmi setelah
negosiasi utusan Sukarno kepada Amerika yang waktu itu Palar.

Setelah perang dunia kedua berakhir, seluruh dunia ini secara otomatis
merupakan wilayah kekuasaan Amerika karena semua wilayah didunia
sebelumnya berada dibawah penjajah banyak negara2 Eropah termasuk juga
Jepang. Di Eropah, Jerman bersama Italia berhasil menghancurkan
seluruh kekuatan utama negara2 Eropah waktu itu yang otomatis juga
mengambil alih jajahan2 mereka di Afrika dan Asia. Jepang di Asia
bekerja sama dengan Jerman melakukan serangan2 intelegent yang membuat
seluruh negara2 di Asia lumpuh yang bersamaan dengan tersungkurnya
kekuatan Inggris, Asia yang merupakan jajahan Inggris terbesar juga
menjadi tak terkontrol, namun Jepang gagal di Manchuria.

Demikianlah, setelah penyerangan Pearl Harbor, Amerika bekerja sama
dengan biro intelejens Russia berhasil melumpuhkan Jepang disemua
front yang diakhiri dengan goal penutup jatuhnya dua bomb atom di
Hiroshima dan Nagasaki.

Secara teoritis, seluruh dunia sudah milik Amerika karena kekuatan
utama dari negara2 didunia memang sudah tidak ada sehingga terjadi
chaos di masing2 negara dimuka bumi ini. Bisa terbayangkah bagi anda
bagaimana sulitnya untuk memungkinkan Amerika mengambil alih negara2
diseluruh dunia untuk dijadikan jajahannya??? Mungkin anda berpikir,
negara jajahan hanyalah sapi perahan, namun tak terpikir oleh anda,
untuk memerahnya juga memerlukan modal yang tidak sedikit belum lagi
biaya untuk menaklukan kekuatan2 lokal yang menentang pendudukan
Amerika diseluruh dunia, boleh dikatakan mustahil Amerika yang
sebelumnya tidak memiliki jajahan akan bisa berhasil melaksanakan
ambisinya dengan cara2 penjajahan seperti yang dilakukan oleh negara2
Eropah sebelumnya. Disinilah letak kegeniusan ahli2 Amerika, mereka
menyadari, system penjajahan masa lalu seperti yang dilakukan negara2
Eropah tidak applicable untuk digunakan oleh Amerika. Waktu yang
berjalan akan membuat Amerika kalah karena dengan Recovery Eropah akan
otomatis kembali menguasai jajahan2 mereka dimasa sebelum perang dunia
kedua karena terjadi kevacuuman yang tidak mampu diisi oleh Amerika.

Amerika memperkuat PBB dimana sebelumnya bernama Liga Bangsa2 yang
ditolak oleh banyak negara Eropah sewaktu diminta Amerika untuk
menjadi anggautanya. Demikianlah Liga Bangsa2 diubah menjadi united
nation, seluruh negara dijadikan anggautanya secara real maupun
abstract, dan semua bekas jajahan dinyatakan dan diakui sebagai negara
yang merdeka sebagai stempel saja bahwa bekas penjajah tidak lagi
berhak atas jajahannya. Itulah system administrasi management sebagai
langkah pertama yang dilakukan Amerika setelah berakhirnya perang
dunia kedua. Langkah2 selanjutnya, Amerika merekrut semua tenaga2
professional dari seluruh dunia yang berpengalaman di negara2 jajahan
sebelumnya untuk digaji mengontrol bekas jajahanannya dulu melalui law
enforcement yang harus segera dibangun sementara untuk mengatasi
kevakuman kekuasaan sampai bisa dibangun system negara yang bisa
dikendalikan oleh pribumi2 lokal yang tentunya harus mematuhi semua
ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika, secara singkat
saja, akhirnya Indonesia berhasil memilik presiden pertama yang
bernama Sukarno atas dasar projek management Global yang diciptakan
Amerika ini. Secara bertahap, Amerika merekrut semua calon pemimpin
diseluruh dunia untuk dididik di Amerika maupun di pusat2 pendidikan
negara2 lainnya di Eropah yang dibangun oleh Amerika. Peneliti2
Amerika mulai mendirikan lembaga2 specialist wilayah didunia seperti
ada Departement Asia Pasifik, ada Departement Afrika dan Timur Tengah,
dan beberapa departement lagi yang kesemuanya membawahi wilayah
masing2 yang dibagi lagi dalam berbagai divisi2 seperti divisi
Indonesia, Malaysia dlsb. Hasilnya seperti yang kita lihat sekarang,
lahirnya Republik Indonesia, lahirnya Malaysia dlsb.

Setiap negara wajib membangun system demokrasi untuk negaranya dimana
setiap presiden harus menyiapkan penggantinya, dimana pemilu harus
dijadikan wadah untuk memilih pemimpin2 baru yang menggantikannya.
Demikianlah Asia yang menganut faham feodal sangat frustasi dengan
system demokrasi ini, antara lain Sukarno yang bertekad ingin jadi
presiden seumur hidup memang telah membuat Amerika jadi sakit kepala.
Menghadapi ambisi pribadi kepala negara2 terkebelakang seperti
Sukarno ini, Amerika bertekad menghentikan pengembangan negara ini
sampai waktu yang tak terbatas, caranya tidak susah, yaitu membangun
partai2 Islam yang menjadi opposisi Sukarno. Demikianlah secara
singkat, partai2 Islam dimotivasi dan dipersenjatai oleh Amerika, PRRI
berhasil melumpuhkan semua angkatan bersenjata Amerika, namun setelah
Sukarno negosiasi dengan Amerika maupun jenderal2 yang menjadi kaki
tangan Amerika, Sukarno kembali diberi kesempatan. Namun kesempatan
demi kesempatan tidak dimanfaatkan Sukarno untuk memperbaiki negeri
ini, akhirnya pukulan ganda melalui Jenderal Suharto bersama kekuatan
Islam menghasilkan kehancuran rezim Sukarno tanpa memungkinkan
kebangkitannya lagi. Amerika tak mau dibuat sakit kepala lagi,
satu2nya management yang bisa menahan kemajuan Indonesia agar tetap
dalam keterbelakangannya adalah menjadikan negara ini menjadi negara
Islam. Namun untuk menjadikan negara RI ini menjadi negara Islam
tidaklah mudah mengingat pengaruh negara2 tetangganya yang lebih
didominasi oleh orang2 keturunan Cina. Demikianlah secara bertahap,
kekuatan Islam dibangun tanpa perlu Amerika mengeluarkan biaya cukup
dengan cara memberi kesempatan lokal Islam untuk membangun dirinya
sendiri. Dan Suharto pada mulanya ingin menjegal tujuan Amerika,
namun tekanan demi tekanan, Akhirnya Suharto tunduk kepada rencana
Amerika untuk menyerahkan kekuasaannya kepada kelompok2 Islam.
Demikianlah melalui ideologi Islam, maka muluslah Indonesia akan
dihambat kemajuannya, bahkan setiap saat bisa membawa kehancurannya
ter-pecah belah menjadi negara2 kecil di pacifik.

Memang, system global management yang cuma dimiliki Amerika sama
sekali asing bagi negara2 didunia lain. Karena didalamnya juga ada
unsur yang membangun opposisi seperti organisasi2 yang anti-Amerika di
negara lain yang bisa berupa ideologi maupun ambisi pribadi. Yang
sederhana adalah Partai Komunis Soviet yang dulunya bertugas membangun
dan memonitor Partai Komunis Cina, namun belakangan kontrol itu
terlepas hingga perang VietNam tak bisa di elakan untuk mengepung Cina
secara militer karena membahayakan posisi Amerika di sekitar cina.
Demikianlah setelah Sukarno jatuh, dan Indonesia bisa kembali
dimanfaatkan dalam menyusup ke China, terjadilah revolusi kebudayaan
dimana akhirnya unsur2 yang pro Amerika berhasil mengambil alih
negara. Dengan jatuhnya China, Amerika tak lagi perlu bertahan di
VietNam, demikianlah Amerika mundur dari VietNam yang ditafsirkan
banyak pengamat sebagai kekalahan Amerika di VietNam. Namun di
Amerika sendiri, paham kekalahan di VietNam tak pernah dianut oleh
para pemimpin dan masyarakatnya disini karena perdefinisi yang
dinamakan "Kalah" dalam peperangan adalah hombase yang kalah berhasil
diduduki oleh yang menang, dalam kasus Vietnam definisi ini tidak
tercakup karena homebase Amerika tersebar dari Okinawa, Subek higga ke
pulau2 kecil di pacifik sama sekali tidak tersentuh oleh Vietcong.
Dan hal ini diperkuat dengan kenyataan2 yang tak terbantahkan,
jatuhnya China mengakhiri perang VietNam, dan VietNam yang dianggap
sebagai pemenang ternyata sekarang juga menjadi target penjarahan para
kapitalis Amerika yang menambah kekayaan rakyat Amerika.

Semua yang telah terjadi maupun yang menjadi planning jangka panjang
maupun jangka pendek Amerika dalam membangun dunia ini bukan menjadi
rahasia lagi, melainkan didistribusikan pemahamannya kepada semua
pemimpin2 dunia agar menyelaraskan pembangunan negaranya dengan tujuan
hegemoni dalam bidang teknologi yang menunjang semua bidang penelitian
di Amerika untuk menjadi penguasa science, teknologi, maupun ekonomi
dalam superioritas globalnya. Amerika mendistribusikan kekuatannya ke
banyak titik2 penting didunia ini sehingga bisa mampu mengatasi setiap
perubahan yang terjadi disekitar titik2 tsb.

Kalo dimasa perang dingin, partai2 komunis menjadi alat yang effektive
bagi Amerika, maka sekarang agama Islam menjadi pilihan yang paling
tepat setelah mengalami puluhan tahun study mengenai agama ini dan
aliran2 yang ada didunia. Islam adalah ideology yang lebih effisien
dari ideologi komunisme, karena ideologi komunisme hanya bisa
disebarkan dengan tersedianya dana, namun Islam merupakan ideologi
yang "self destruction" yang tidak mampu berdiri diatas kakinya
sendiri seperti ideologi komunisme, namun memiliki daya penghancur
lawan yang tidak berbeda jauh seperti komunisme. Keunggulan ideologi
Islam dalam terorisme adalah dalam hal biaya. Amerika bisa
memanfaatkan Islam untuk menghancurkan lawan tanpa perlu mengeluarkan
biaya seperti halnya komunisme, karena umat Islam bersedia membiayai
dirinya sendiri dalam menyempurnakan missi2 yang ingin diraih Amerika.
Jadi dalam hal ini, kalo anda menyimak demo2 anti Bush dalam
menyambut kedatangan pres. Bush, terpikirkah oleh anda, dari mana
datangnya dana untuk menyelenggarakan demo2 sebesar ini tanpa ada
keuntungan politis yang bisa diraih oleh pihak manapun di Indonesia
??? Jelas cuma Amerika yang berkepentingan dengan terselengaranya
demo2 ini untuk diabadikan dalam berita dunia dalam pesannya bahwa
Indonesia akan merupakan pusat terorisme dunia disuatu masa depan
nantinya. Jadi biaya demo anti-Bush baru2 ini besar sekali didanai
dari Kedubes Amerika sendiri di Jakarta.

Kalo anda sebagai orang Indonesia mau jujur dan membayangkan diri anda
sebagai orang Amerika, maka tak ada yang bisa membantah, Indonesia
yang terdiri dari negara ribuan pulau merupakan penjara alam yang
effektive dan murah untuk menyimpan para terorist yang setiap detik
bisa dimanfaatkan dengan mengeksportnya Sampai ke China daratan maupun
India. Kubu anti-terorist yang dibangun Amerika tidak perlu berhasil
memusnahkan terorist, tapi harus berhasil menghalau terorist ketempat
yang telah ditentukan. Apakah Indonesia merupakan tempat yang
ditentukan tsb ...... tentu saja kemungkinan itu ada. Yang jelas,
Indonesia bukan tempat yang tepat untuk para kapitalist Amerika
berinvestasi, karena negara ribuan pulau ini merupakan pusat bencana
alam terbedar didunia.

Jadi krisis ekonomi yang berkepanjangan yang dialami Indonesia, sangat
tipis kalo tidak mau dikatakan tidak mungkin bisa diatasi kalo hanya
berharap ada investor yang bersedia berinvestasi disini. Negara
kepulauan merupakan biaya tinggi untuk investasi, pengangkutan hasil
produksi manufacturing dan engineering tidak tepat dibangun diwilayah
ini. Satu2nya investasi yang tepat adalah membangun pabrik2 yang
limbahnya beracun hingga membahayakan masyarakat sekitarnya, oleh
karena itu kalo pabrik2 ini dibangun di Indonesia, maka lautan luas
itu bisa menetralisir racun2 itu secara alamiah meskipun bisa
mengakibatkan banyak rakyatnya juga yang ikut mati keracunan sebagai
akibatnya. Demikianlah, kalo anda saksikan sekarang ini, Indonesia
dipenuhi dengan pabrik2 obat dari seluruh dunia, dan juga pabrik2 batu
battery. Jadi masa depan Indonesia memang akan di serbu oleh pabrik2
yang berlimbah polution yang diusir dari negara2 maju, dan juga akan
merupakan negara yang aman bagi para terorist yang melarikan diri dari
belahan bumi lainnya. Dan tidak bisa dielakkan bahwa satu2nya sumber
pemasukan dana bagi Indonesia bukan hanya dari hasil alamnya saja tapi
juga akan menjadi pusat pelacuran dunia dimana semua pelacur2 dunia
dimasa depan bisa diekspor dari Indonesia. Demikianlah sekilas masa
depan Indonesia yang penuh harapan yang tidak diharapkan. Pesan ini
harus bisa dipahami oleh umat Islam seluruh Indonesia agar menjauhkan
diri dari provokasi kebencian ajaran agamanya yang akan menjerumuskan
umat kedalam kancah terorisme yang cuma bertujuan menghancurkan
dirinya sendiri.

Kesimpulannya sederhana, kalo dulu komunisme merupakan alat atau kuda
hitam Amerika dalam menguasai lawan2nya, maka sekarang Islam merupakan
alat yang biaya operasinya jauh lebih rendah daripada komunisme, untuk
memelihara kekuatan Global Amerika dimuka bumi ini. Tentu kalo anda
percaya Islam sebagai musuh Amerika, maka matematika Iran mendukung
Presiden Iraq, dan Presiden Iraq dukungan USA, sedangkan Iran memusuhi
Amerika akan menjadi hitungan yang tidak bisa dipecahkan. Lebih2 lagi
kalo anda memperluas cakrawala, Hezbullah musuh Israel, Israel kaki
tangan Amerika, dan Hezbullah kaki tangan Iran sementara Iran
pendukung utama Irak yang presidennya adalah kaki tangan Amerika.
Susah bukan untuk memecahkan teka teki dalam pemahaman Amerika sebagai
musuh Islam ???? Tapi semua itu menjadi mudah kalo anda bisa memahami
bahwa Islam adalah Modal utama Kekuatan Amerika dalam memelihara,
mempertahankan bahkan meningkatkan kekuatan Amerika secara global
sekarang hingga dimasa akan datang yang tidak ada batasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar