Rabu, 03 November 2010

Semoga Haji Kita Mabrur dan Makhshus

M. Rizal Issmail (bahan khutbah)


Pelaksanaan ibadah Haji adalah merupakan ibadat fardhu yang diwajibkan, tetapi kewajipan haji agak berlainan dengan ibadah-ibadah yang lain dari segi konsep dan kefardhuannya, di mana ibadat haji hanya diwajibkan ke atas umat Islam yang berkemampuan mengunjungi Baitullah di Makkah. Ada pun orang-orang yang tidak berkemampuan dari segi bekal perjalanan, kesehatan , keselamatan perjalanan, maka tidak diwajibkan. (QS Ali Imraan : 97)

Rata-rata umat Islam mengakui tentang kewajipan ibadah Haji yang difardhukan, jika ada umat Islam yang menentang dan mengingkari kefardhuannya maka kufurlah ia. Walau bagaimana pun, umat Islam pada keseluruhannya berkaitan dengan ibadah haji ini terbahagi kepada beberapa golongan :

- Golongan yang berkemampuan untuk mengerjakan ibadah Haji sehingga mereka telah mengerjakannya beberapa kali dan berkemampuan untuk mengerjakannya beberapa kali lagi jika mereka mau.

- Golongan yang hanya berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali saja dalam hidupnya, walaupun sudah dilaksanakan atau belum

- Golongan yang tidak berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali dalam hidup sedangkan keinginan dan cita-cita tetap ada.

- Golongan yang berkemampuan dari segi perbelanjaan/perbekalan dan sebagainya tetapi belum mengerjakan ibadah Haji dan tidak pernah terlintas untuk mengerjakannya walaupun ia telah mampu melakukan perjalanan jauh ke tempat-tempat lain yang lebih jauh daripada Baitullah.

Golongan yang keempat inilah yang dikhawatirkan akan mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani. Ini berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W, artinya : ““Barangsiapa tidak tertahan oleh kebutuhan mendesak, atau sakit yang menahannya, atau larangan dari penguasa yang zhalim, kemudian tidak menunaikan haji, hendaklah ia mati dalam keadaan menjadi orang Yahudi jika ia mau, dan jika mau maka menjadi orang Nasrani”. (HR Ahmad, Abu Ya’la dan Al-Baihaqi. Hadits ini dhaif namun mempunyai penguat).

TINGKATAN IBADAH HAJI

Hampir sama seperti ibadah sembahyang dan puasa, ibadah Haji mempunyai empat tingkatan berbeda :

- Haji Mardud : ialah haji yang tidak diterima olah Allah SWT karena kekurangan syarat-syarat dan rukunnya atau sebab-sebab yang lain yang menyebabkan hajinya tidak diterima atau ditolak oleh Allah SWT.

- Haji Maqbul : ialah haji yang sah dan diterima oleh Allah SWT dan orang yang mengerjakan haji maqbul ini dianggap sebagai telah menunaikan perintah Allah dan telah menyempurnakan rukun Islam yang ke lima tanpa diberi ganjaran pahala.

- Haji Makhsus : ibadah haji yang dikerjakan oleh orang-orang yang tertentu yang sempurna segala syarat dan rukunnya, ia bukan saja sekadar dianggap sah dan diterima oleh Allah tetapi diampunkan segala dosanya. Haji ini termasuk ke dalam apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Majah, An-Nasai dan Ahmad daripada Abu Hurairah yang artinya : “Barangsiapa haji ke rumah ini (Baitullah), kemudian tidak berkata kotor, dan tidak fasik, ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya”.

Inilah tingkatan haji yang paling tinggi dan istimewa, tidak semua bisa mendapatkannya. Haji ini bukan saja sekadar dianggap menunaikan kewajipan, tetapi selain dari diampunkan segala dosanya, ia juga akan dimasukkan ke dalam syurga. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At-Thabrani daripada Abdullah bin Abas yang artinya : ” Haji mabrur itu, tidak ada balasan baginya melainkan syurga “.


PENGERTIAN HAJI MABRUR

Haji adalah ibadah khusus, salah satu di antara rukun yang ke lima. Sesuai pengertian syara’, haji ialah mengunjungi Baitullah dalam bulan-bulan haji kerana mengerjakan thawaf, sa’i dan wukuf di Arafah dengan syarat yang tertentu dan menunaikan segala perkara -perkara yang wajib yang berkaitan dengannya. Adapun perkataan “MABRUR” di segi pengertian bahasanya ialah perbuatan yang tidak ada syubhat atau keraguan padanya atau hanya diartikan dengan makna yang diterima. Makna Haji Mabrur pada istilah ialah haji yang diterima dan balasannya yang luar biasa yaitu syurga, sedangkan kebalikannya ialah Haji Mardud yaitu haji yang ditolak dan tidak diterima.


SYARAT-SYARAT HAJI MABRUR

Untuk mencapai tingkatan haji yang mabrur, tidak semudah seperti yang dibayangkan tetapi tidak mustahil untuk mendapatkannya. Ia memerlukan beberapa syarat yang tertentu berdasarkan masa-masa tertentu :

Sebelum Menunaikan Haji

Ada beberapa perkara yang seharusnya diperhatikan sebelum berangkat menunaikan fardhu haji yaitu :

- Niat : semata-mata karena Allah, jangan sekali dicampur-adukkan dengan perasaan ria dan takabur. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim daripada Umar Al-Khattab yang artinya “ Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung kepada niat, dan sesungguhnya bagi setiap seorang itu apa yang diniatkan ”

- Uang perbekalan/perbelanjaan : berasal dari sumber yang halal dan tidak mengandung syubhat

- Kewajipan yang sempurna : tidak memaksakan diri untuk menunaikan kewajiban haji padahal ia belum mampu secara syar’i


Semasa Mengerjakan Haji

Semasa mengerjakan Haji juga perlu menjaga beberapa perkara :

- Menyempurnakan segala rukun-rukun Haji

- Menyempurnakan segala perkara-perkara wajib Haji

- Membayar segala jenis dam yang dikenakan

- Tidak melakukan larangan ketika berihram Haji seperti persetubuhan, kemaksiatan dan kemungkaran. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang artinya : “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.


Setelah Menunaikan Haji

Orang yang telah menunaikan Haji, dianggap telah membersihkan dirinya daripada segala dosa dan kesalahan, setelah menunaikan Ibadah Haji, khususnya setelah kembali ke Tanah Air maka beberapa hal perlu diperhatikan :

- Sentiasa menjaga diri dalam keadaan bersih dari segala noda dan dosa dengan menjauhkan perkara-perkara mungkar yang dilarang.

- Memperbanyakkan amal soleh untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan

-Capailah Haji yang Mabrur
Dengan terlaksananya segala apa yang diuraikan seperti di atas, maka besar kemungkinan seseorang itu akan mencapai ke tahap Haji Mabrur yang diidamkan oleh setiap pengunjung Baitullah. Amiin.

0 komentar:

Poskan Komentar