Minggu, 22 Juli 2012

Kesesatan Logika Trinitas Pendeta Senior Nasrani yang Semakin Membingungkan Logika Umat Manusia

M. Rizal Ismail (Bahan Khutbah)

Romo Professor Christian W Troll SJ gusar menghadapi banyaknya pertanyaan kritis dari umat Islam seputar teologi kristiani. Guru Besar pada Pontifical Oriental Institute Vatican dan Guru Besar Filsafat dan Teologi pada the College of St Georgen Frankfurt ini menganggap pertanyaan-pertanyaan ilmiah umat Islam itu dianggap sebagai tantangan iman. Untuk membekali umat Kristen dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Troll menyuguhkan buku apologetika “Christian Responses to Muslim Questions” yang diterbitkan dalam edisi Indonesia “Muslim Bertanya Kristen Menjawab” oleh Gramedia.

Dalam Bab 5 “God the Three in One” (Allah Tritunggal), Troll jungkir-balik menjawab sejumlah pertanyaan kritis seputar doktrin Tuhan Tritunggal (Trinitas). Beberapa pertanyaan di antaranya: Apakah orang Kristen menganut monoteisme (muwahhidun)? Apakah umat Kristen mengimani tiga tuhan? Mengapa Tuhan diberi nama Tuhan Bapak dan Tuhan Anak?

Sebelum menjawab pertanyaan umat Islam ini, Christian Troll mengakui dengan jujur bahwa ajaran Islam sangat menekankan dan menjunjung tinggi akidah tauhid (monoteisme) dengan meyakini Allah yang Esa.

“At the centre of the Islamic faith stands thoroughgoing monotheism: ‘Say: He is Allah, the One and Only; Allah, the Eternal, Absolute; he begets not, nor is he begotten; and there is none like him.”’ (Quran 112)” [p. 25]


Troll juga mengakui bahwa Al-Qur'an secara tegas menyatakan kekafiran umat Kristen karena meyakini akidah Trinitas/Tritunggal:

“The Qur’an reproaches Christians for saying ‘three’ (thalātha) with reference to God (4:171). They say that God is ‘the third of three’ (5:73), which would seem to include Jesus and Mary (5:116). They say that Jesus is God (5:72,116), or the Son of God (9:30, using the Arabic word ibn for ‘son’; 19:34-35, using the word walad), although in truth the one and only God ‘begets not, nor is he begotten’ (lam yalid wa lam yūlad, 112:3)” [p. 25].

Dalam pembelaan imannya, Troll mengklaim bahwa umat Kristen adalah penganut monoteisme, meski meyakini Ketuhanan Trinitas, dengan formula sebagai berikut:

1. Allah itu Esa yang hadir dan transparan dalam diri Yesus tanpa mengalami peleburan diri. Dalam diri kemanusiaan Yesus tidak menyerap (mengabsorbsi) keilahian Allah, dan dalam diri keilahian Yesus sama sekali tidak membatalkan dimensi kemanusiaannya.

2. Allah adalah Sabda/Firman yang menjelma menjadi daging manusia Yesus yang diutus sebagai manusia kepada manusia untuk menyampaikan sabda Allah dan menyelesaikan karya penyelamatan yang diserahkan oleh Bapa kepada-Nya.

3. Allah dalam doktrin Trinitas adalah Allah yang hadir dalam tiga jenis keberadaan (ahwal). Ini berkaitan dengan relasi-Nya dengan manusia dan dengan hubungan internal di antara ketiga Pribadi itu.

...Rumusan pastor ini sama sekali tidak bisa mengurai kemuskilan doktrin Trinitas, justru semakin menambah keruwetan teologi, karena terdapat kontradiksi dan inkonsistensi...
Pastor Troll mendasarkan formula Tuhan Three in One ini pada ayat-ayat Bibel: Yohanes 1:1-18, 3:34, 5:36, 17:4, dan 14:9).


Rumusan buatan pastor ini sama sekali tidak bisa mengurai kemuskilan doktrin Trinitas, justru semakin menambah keruwetan teologi. Karena dalam penjelasan ini terdapat kontradiksi dan inkonsistensi.

Penjelasan bahwa Tuhan Bapa tidak melebur dalam diri Yesus, yang diiringi dengan penjelasan bahwa Tuhan adalah Sabda/Firman yang menjelma menjadi Yesus, adalah dua hal yang kontradiktif. Sebab jika Tuhan menjelma menjadi Yesus, otomatis Tuhan melebur dalam diri Yesus.

Selain itu, rumusan bahwa Allah adalah Firman dan Firman itu kemudian menjelma menjadi Yesus berdasarkan Injil Yohanes, semakin menambah kasus kemuskilan baru.

Jika Allah diyakini identik dengan Firman, lalu Firman tersebut menjelma menjadi Yesus, maka seharusnya Tuhan sudah tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus. Sebab Firman itu sudah ada dan menjelma dalam tubuh Yesus. Tapi ternyata Allah masih sering berfirman (bersabda, bersuara, berbicara) kepada Yesus dengan firman-Nya:

“Kata Yesus: Sebab segala firman yang Engkau sampai­kan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku” (Yohanes 17: 8).

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengar­lah suara dari sorga yang mengata­­kan: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya­h Aku berkenan” (Matius 3:16-17)

Kedua ayat tersebut jelas membuktikan bahwa Firman/Sabda/Kalam Allah tidak menjelma menjadi Yesus.

Setelah menjelaskan panjang lebar sepanjang 16 halaman dengan berbagai trik dan ayat-ayat Bibel, Troll menutup penjelasannya dengan apologi akal-akalan. Troll menegaskan bahwa apologi terbaik untuk menjelaskan kemuskilan Ketuhanan Trinitas adalah dengan perumpamaan-perumpamaan. Troll menulis:

“Penjelasan-penjelasan dengan menggunakan perumpamaan bisa merupakan sebuah metode yang baik. Perumpamaan atau metafora bisa menjelaskan bahwa sebuah istilah yang satu dan sama bisa juga menggunakan beberapa realitas. Misalnya “api” adalah sebuah kata yang sering digunakan untuk sekaligus mengatakan bahwa dalam satu kata ini terdapat juga “nyala,” “bara” dan “cahaya.” Contoh lain adalah “es,” “air” dan “uap” yang merupakan tiga unsur berbeda dari satu elemen saja” (hlm. 79).

Ini adalah apologi orang bingung. Mempersamakan Tuhan Trinitas dengan es dan api bukanlah tindakan untuk meninggikan kemuliaan Tuhan.

...Ini adalah apologi orang bingung. Mempersamakan Tuhan Trinitas dengan es dan api bukanlah tindakan untuk meninggikan kemuliaan Tuhan...
Maksud hati, pastor ingin menganalogikan Tuhan dengan es dan api yang sama-sama memiliki unsur three in one. Tuhan Trinitas memiliki tiga oknum: Allah Bapak, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Sementara api juga memiliki tiga oknum: nyala, bara dan cahaya. Padahal jika konsisten dengan metafora ini, seharusnya ketuhanan kristiani tidak hanya tiga oknum, tapi tujuh oknum. Karena di samping nyala, bara dan cahaya, api masih memiliki banyak unsur lainnya, misalnya: asap, panas, bau gosong, bayangan, dan seterusnya.

Dengan apologi bingung seperti ini, seharusnya buku “Muslim Bertanya Kristen Menjawab” karya Pastor Christian Troll diganti judulnya menjadi “Muslim Bertanya Pastur Kebingungan.”

BIBEL MEMBANTAH KERAS DOKTRIN TRINITAS
Untuk mempermudah penjelasan agar umat Islam bisa memahami doktrin Ketuhanan Trinitas dengan baik, Christian Troll menguraikan pengertian Trinitas sebagai berikut:

“Orang Kristen mengakui secara bulat bahwa Allah adalah satu dan esa. Teologi Kristen klasik memegang teguh pernyataan ini: di dalam relasi dengan penciptaan-Nya, Allah berkarya sebagai yang satu dan esa. Ketiga pribadi ini berkaitan erat, baik dengan karya keselamatan Allah di dalam sejarah maupun dengan hidup internalnya tetapi tidak berpengaruh sedikit pun terhadap keesaan-Nya. Kategori matematika manapun tidak bisa menjelaskan realitas Allah.

Allah yang sama adalah Bapa, Allah yang sama adalah Putra, dan Allah yang sama pula adalah Roh Kudus. Di dalam Yesus Kristus, Allah sungguh menjadi manusia. Allah turut mengambil bagian di dalam realitas penderitaan dan kematian. Nama-nama Allah di atas termasuk di dalam wilayah inti eksistensi iman Kristen dan menampakkan separuh warisan iman yang sudah diturunkan sejak masa-masa awal kekristenan” (hlm. 77)

Dengan pernyataan ini, pastor mengklaim doktrin Trinitas sebagai Ketuhanan Yang Esa (monoteisme) karena hanya mengimani tiga hubungan/relasi pribadi antara Allah Bapak, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus. Apologi ini semakin mementahkan doktrin penjelmaan Tuhan menjadi Yesus.

Kalau istilah Bapa, Anak dan Roh Kudus hanya sekedar menunjukkan hubungan ketiga oknum tanpa ada penjelmaan, maka seharusnya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi hanyalah Allah saja. Sedangkan Yesus dan Roh Kudus tak pantas disembah, diibadahi dan dipertuhankan.

Faktanya, dalam banyak ayat Bibel sendiri mengakui bahwa ketiganya adalah oknum yang berbeda, misalnya: Yesus lebih kecil daripada Allah (Yohanes 10:29); Allah lebih besar daripada Yesus (Yohanes 14:28); Yesus berteriak memanggil Allah (Matius 27:46, Markus 15:34); Yesus menyerahkan nyawanya kepada Allah (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30); Yesus bersyukur, berdoa dan minta ampun atas kesalahan kepada Tuhan (Matius 11:25, Lukas 10:21, Lukas 6:12, Matius 6:12, Lukas 11:4).

...patut dipertanyakan curriculum vitae Pastor Christian Troll yang konon pernah memperdalam bahasa Arab di Universitas St. Joseph, Beirut tahun 1961-1963...
Tapi jika pastor juga meyakini bahwa “Allah yang sama adalah Bapa, Allah yang sama adalah Putra, dan Allah yang sama pula adalah Roh Kudus,” maka rumusan ini sulit untuk diterapkan. Sebab jika Allah, Yesus dan Roh Kudus diyakini sebagai Tuhan yang sama, maka seharusnya semua nama Yesus dalam Alkitab bisa diganti dengan nama Allah. Misalnya:

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1).

“Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).

“Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).

Jika Allah sama dengan Yesus, gantilah nama “Yesus” pada ayat tersebut dengan nama “Allah.”

“Maka Allah dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1).

“Kemudian Iblis membawa Allah ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).

“Dan Allah akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).

Jika masih ngotot menyatakan bahwa Allah sama dengan Yesus setelah membaca ayat-ayat tersebut, maka patut dipertanyakan curriculum vitae Pastor Christian Troll yang konon pernah memperdalam bahasa Arab di Universitas St. Joseph, Beirut tahun 1961-1963

0 komentar:

Poskan Komentar