Kamis, 05 Mei 2011

KOntroversi Menyikapi kematian Osama bin Laden

M. Rizal Ismail (bahan khutbah)

Osama bin Laden memang telah lama menimbulkan kontroversi. Ada yang mengelu-elukannya. Ada pula yang mencaci-makinya. Seorang anggota parlemen Selandia Baru memuji Osama sebagai pejuang kebebasan yang bangkit untuk para pengikutnya.

Menurut Hone Harawira, politikus dari etnis Maori itu, aspek-aspek positif kehidupan Osama perlu diakui. Politikus independen itu juga mengajak masyarakat untuk tidak mengutuk pemimpin jaringan teroris Al Qaeda itu.

"Tak ada yang kita dengar selain hal-hal negatif tentang dia dari Amerika, namun dia berjuang untuk menentukan nasib rakyatnya dan demi keyakinannya," kata Harawira pada stasiun televisi lokal seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (5/5/2011).

"Bahkan, apapun yang telah dikatakan media, keluarganya, sukunya, orang-orangnya sedang berkabung," tutur politikus yang dikenal vokal itu.

"Mereka berkabung untuk pria yang berjuang akan hak-hak, tanah dan kebebasan rakyatnya. Kita seharusnya tidak mengutuk mereka yang meninggal namun mengakui aspek-aspek positif kehidupan," tutur pembela hak-hak suku Maori itu.

Menurtu Harawira, merupakan tradisi bagi Maori, suku asli Selandia Baru, untuk menghormati dan berkabung atas orang meninggal, termasuk Osama.

"Jadi saya mengakui dia dan mengucapkan selamat jalan untuknya. Kembalilah kepada para leluhur Anda yang menunggu Anda di luar tabir kematian," kata Harawira.

Pernyataan Harawira bertolak belakang dengan respons Perdana Menteri Selandia Baru John Key atas operasi penyerbuan AS yang menewaskan Osama. "Saya sama sekali tidak ragu bahwa dunia menjadi tempat yang lebih aman tanpa Osama bin Laden," kata Key

Pernyataan menghujat lainnya di Indonesia datang dari Imam Mesjid Istiqlal, Prof Kh  Ali Mustafa Ya'qub; dalam wawancara dengan TV One yang dipandu oleh Tina Taliza,  pada tanggal 4 May malam, Ali Mustafa Ya'qub dengan penuh syahwat dan semangat mengatakan bahwa jika Osama dengan sadar membunuh warga amerika non muslim  maka ia tidak dapat digolongkan orang islam lagi, dan haram ia untuk dimandikan dan dishalatkan, karena osama katanya telah menjadi kafir......????? beliau lalu mengutip ayat2 dan menterjemahkannya sekehendak nafsunya dengan membenarkan perilaku sebagian besar pemimpin dunia dan media barat yang menghina dan menghujat Osama, yg syahid terebut... Publik masih ingat ketika Obama datang ke Indonesia , beliau berperilaku persis seperti kacung dan pelayan  kepentinganamerika  seperti yg dilakukan pemimpin lainnya di negara ini, masalahnya adalah..layakkah org seperti beliau disebut Ulama????? atau sudah denikian parahkan Ulama2 MUI atau Indonesia mengalami penurunan  'Izzah dan Muru'ah nya??? atau sudah demikian parahkan dekadeni moral bangsa ini menebar luas dan didukung oleh mereka yg mengaku Ulama2 MUi yang hidupnya hanya membela kekuasaan dan para elit, selebritis dan politisi zalim, maksiat dan maling semata???? bgm tanggung jawab mereka kepada ummat?? bgm pertanggung jawaban mereka kepada Allah SWT????

0 komentar:

Poskan Komentar