Kamis, 28 April 2011

Bahaya Emansipasi dalam membina Rumah Tangga Islami

M. Rizal Ismail (bahan khutbah)


Muslimah, atau wanita islam merupakan bagian terbesar dari komunitas masyarakat
secara umum. Apabila mereka baik, niscaya masyarakat pun akan menjadi
baik. sebaliknya, apabila mereka rusak, masyarakat pun akan rusak.
Sungguh, apabila mereka benar-benar memahami agama, hukum dan syari’at
Alloh, niscaya mereka akan mampu melahirkan generasi-generasi baru
yang tangguh dan berguna bagi umat seluruhnya.

Di tengah perhelatan dunia Islam sekarang ini, kita merasakan alangkah
banyaknya kekuatan yang hendak menarik, sekaligus mengeluarkan wanita
dari agama dan syari’at Nabi Nya ke jalan yang amat jauh dari jalan
yang diridhai Allah SWT, diantaranya adalah derasnya suara seruan kebebasan
wanita yang mendapatkan sambutan memuaskan dari kalangan orang-orang
yang memang berfikiran tak karuan.

Di Indonesia, jika anda cermati pengajian pagi hari , di sebuah stasion TV swasta, dan senag dipanggil mamah, oleh seorang yg mengaku dirinya ustazah yang pada kesempatan lain merangkap pula serebritis dan  bintang iklan, membuat forum curhat dibimbing oleh seorang pelawak yang juga merangkap bintang sinetron. Kandungan dakwahnya memang cukup memikat ibu2 dan remaja putri utk memecahkan berbagai hal., namun menyangkut kepentingan emansipasi dan kesetaraan,sang ustazah jadi2an ini sangat tegas membelanya dgn mencomot ayat2 quran yang diterjemahkan asal2an menurut keinginan sponsor acara tersebut, konon disusupi pemikiran JIL laknatullah itu.. begitulah penyeatan agam untuk wanita yang dibungkus dgn materi agama, dakwah, majlis ta'lim, dll yang sebenarnya bertujuan untuk menyesatkan dan menjerumuskan wanita agar mengikuti pemikiran org2 kafir yang memang sangat anti terhadap pola kehidupan Islami itu.

Para penyeru kebebasan wanita belakangan ini, bertambah gencar dan
lancar, dengan berusaha sekuat tenaga menodai kehormatan dan kedudukan
para wanita, berbagai ucapan dan slogan-sloganpun dengan entengnya
keluar dari mulut mereka, bahkan memakai jargon agama, parpol dan ormas2 serta LSM yang disebarkan pula melalui kampus2, forum seminar dan lokakarya serta ceramah2 dan tulisan di media massa. Semua itu pada intinya adalah untuk menyeretwanita agar supaya mempunyai kedudukan setara dengan kaum laki-laki, agar wanita meninggalkan serta menanggalkan busana (jilbab) muslimahnya,
agar wanita bekerja di sektor-sektor pekerjaan kaum laki-laki, agar
wanita berhias secantik mungkin agar bertambah ayu, supel, feminim,
menawan bagi kaum laki-laki ketika keluar dari tempat tinggalnya.
Dan berbagaia seruan-seruan lainnya yang pada lahirnya terlihat manis
dan menggiurkan, namun pada hakekatnya pahit dan menghancurkan !

Langkah-langkah penjerumusan dan penyesatan seperti di atas bertambah
deras lajunya dengan terbentangnya berbagai sarana informasi yang
tidak lagi mengenal batasan. Akhirnya, melalui sarana informasi itulah,
kaum wanita sangat mudah diekspose bahkan dikomersialkan. Lihatlah
hampir tidak ada satu iklanpun dimedia elektronik maupun media cetak
yang tidak menampilkan wanita, bahkan sesuatu yang dulunya sangat
tabu dibicarakan, kini menjadi tontonan dan sarapan harian. Jelas,
semua ini merupakan bentuk pelecehan bagi wanita. Tapi anehnya, kenapa
amat langka sekali wanita yang membencinya, bahkan banyak sekali dukungan
dan persetujuan dari mereka?!

Benarlah sabda Nabi Muhammad:Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki   daripada fitnah kaum wanita.

Sebenarnya hal semacam ini tidak akan pernah terjadi bilamana para
wanita berpegang teguh dengan jalan yang digariskan Allah  SWT sejak ribuan
tahun yang lalu yaitu sebuah solusi yang mencakup seluruh segi kehidupan
wanita yang akan membawa kaum wanita ke tempat terhormat dan terhindar
dari berbagai jurang kehinaan.

1 Makna Emansipasi Wanita
Emansipasi berasal dari bahasa latin "emancipatio"
yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu,
membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua,
sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya.

Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14
M. dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak
kaum laki-laki.

Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita
disejajarkan dengan kaum pria disegala bidang kehidupan, baik dalam
pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan.

2 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pendidikan

Mereka menyerukan agar para wanita menuntut ilmu di bangku-bangku
sekolah hingga perguruan tinggi sejajar dengan pria, sekalipun harus
mengorbankan nilai-nilai agamanya. seperti ikhtilath (campur baur
dengan laki-laki), bepergian tanpa mahram, pergaulan bebas tanpa batas,
bersikap toleran terhadap kemungkaran yang ada di depan mata, yang
penting bisa mendapat ijazah yang diidamkan atau berbagai gelar yang
dicita-citakan.

3 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pekerjaan
Setelah kaum wanita lulus dalam pendidikan formal, maka tibalah gilirannya
tuntutan untuk bekerja, tidak mau kalah dengan kaum laki-laki, maka
merekapun memasuki sektor-sektor pekerjan kaum laki-laki, bercampur
baur dengan mereka yang sudah pasti hal ini akan menimbulkan berbagai
dampak negatif. antara lain:

1. Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah
dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.

2. Pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab sang ibu lalai dengan tugas-tugas
utamanya dalam rumah, seperti, memasak, mencuci, membersihkan rumah,
melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya, rumah tanggapun berantakan
tak terurus.

3. Keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah
dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Dari celah inilah, akhirnya muncul
dengan subur kenakalan anak-anak dan remaja-remaji.

4. Terjadinya percekcokkan dan perseteruan antara suami-istri. dikarenakan
ketika suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik-baiknya,
si istri merasa capek dan lelah, lantaran seharian bekerja di luar
rumah.

5. Terjadinya perselingkuhan dan perzinaan. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada
lagi larangan bercampur antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan
jenisnya dan selainnya dari malapetaka yang hanya Allahlah Maha mengetahuinya.

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua. Semestinya, kaum
wanita hendaknya menjadikan rumahnya seperti istananya, karena memang
itulah (rumah) medan kerja mereka. Allah berfirman:

"Hendaklah kaum wanita (wanita muslimah), tetap di rumahmu
dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang -orang
jahiliyah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)

Rasulullah bersabda: Dan wanita adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya ia akan
di minta pertanggung jawabannya atas tugasnya.

Pada hakekatnya, Alloh tidaklah membebani kaum wanita untuk bekerja
mencari nafkah keluarga, karena itu merupakan kewajiban kaum laki-laki.
Alloh berfirman:

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan
cara yang ma’ruf (baik). (QS. Al-Baqarah: 233)

Jadi, seorang istri merupakan tanggungan suami, begitu juga seorang
putri, tanggungan orang tua. Karenanya, apabila seorang wanita muslimah
memaksakan dirinya untuk bekerja menjadi wanita karir -misalnya-,
maka pada hakekatnya dia telah merusak citra dirinya sendiri, karena
bagaimanpun juga, wanita tidak bakalan sanggup menandingi kaum pria
dalam segala pekerjaan lantaran beberapa kelemahan yang ada pada diri
wanita, seperti, kekuatan fisik yang lemah, mengalami haidh, hamil,
melahirkan, nifas, menyusui, mengasuh anak, sehingga mereka tidak
punya waktu penuh dan tenaga ekstra kuat yang mampu mengimbangi kaum
laki-laki.

4 Emansipasi Kaum Wanita Di Bidang Perekonomian

Telah dijelaskan di atas, bahwa mayoritas wanita zaman sekarang ini,
begitu mudah tergiur dan terbujuk dengan slogan emansipasi ini, sehingga
mereka beramai-ramai berusaha mencari tambahan pemasukan guna meningkatkan
taraf hidup mereka, sekalipun harus melanggar syari’at, seperti bekerja
membungakan uang pinjaman, padahal ini termasuk riba.

Alloh berfirman:"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."(QS. Al Baqarah: 275)

Firman-Nya pula: Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. (. Al-Baqarah:276)

Atau bekerja menawarkan produk-produk tertentu dengan menampilkan
dan memamerkan kecantikannya walau harus membuka auratnya. Padahal
Rasulullah Muhammad bersabda: "Wanita itu adalah aurat."

Adapun yang di maksud aurat wanita muslimah dalam hadits ini adalah
semua anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (menurut
sebagian ulama’).

5 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pemerintahan

Hal ini terjadi dengan antusiasnya kaum hawa untuk terjun dalam arena
kancah politik. Padahal anggotanya (yang di pimpinnya) mayoritas terdiri
dari kaum laki-laki. Seperti ini banyak kita saksikan di sekolah-sekolah,
kantor-kantor, lembaga-lembaga, istansi, maupun di berbagai sektor
pekerjaan. Hal ini sangat bertentangan dengan firman Allah SWT:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain
(wanita). (QS. An Nisa’: 34).

Firman-Nya pula:Dan orang laki -laki tidaklah sama seperti orang perempuan. (QS.Ali Imran: 36)

Inilah beberapa dalil Al Qur’an dan Sunnah yang menjadi hujjah dan
bantahan atas para penyeru slogan emansipasi kaum wanita, semoga Alloh
menjaga kaum muslimin semuanya dari tipudaya musuh-musuh-Nya, sesungguhnya
Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkas

2 komentar:

Anonim mengatakan...

jika memang demikian, lantas apa yang sudah dilakukan umat islam agar membendung bahaya menasipasi seperti yuang sudah anda paparkan? apakah hanya dengan koar koar bahaya ini itu bla bla bla tanpa adanya tindakan yang NYATA !!! mengapa umat islam tidak bisa seperti mereka. menguasai media agar bisa menyuarakan ajaran islam yang sebenar-benarnya!!! Jika yang saudara paparkan adalah sesuai dengan ajaran Rasullulah, maka saya mendukung anda untuk melakukan LANGKAH NYATA untuk mengubah pandangan perempuan islam terhadap emansipasi.

Kemudian saya ingin menanyakan, apa buktinya bahwa acara yang disiarkan di stasiun TV swasta itu disisipi JIL? jika tak terbukti, mungkin ini adalah salah satu penyebab islam tertinggal, sesama umat islam saja saling curiga

Hamba Allah mengatakan...

bacalah banyak2 al quran dan maknanya serta sirah2 Rasulullah SAW dan para sahabat Beliau, semoga adik memperoleh pencerahan akan nilai dan amal islam yg sebenar2nya . adik juga bisa banyak2 membaca materi khutbah ana di blog ini atau kalau perlu mari ikut pengajian ana baik langsung maupun via It ini agar keingintahuanmu ttg amal dan akhlaq islami itu bs sedikit terpenuhi..Insya Allah !

Poskan Komentar