Minggu, 13 Juni 2010

KENAPA GEREJA TIDAK BISA MENJAWAB PERTANYAAN SEPELE SEPERTI INI ?

M. Rizal Ismail SE MBA CIFA(Bahan Khutbah)

Apakah orang2 kristen mampu mengungkapkan suatu misteri, yang tidak pernah tercatat lagi terrekam o/ sejarah?adapun misteri2 yang tidak terungkapkan & tercatat o/sejarah :

1. dalam luk 1:1-4,lukas menyatakan bahwa dia mendapatkan apa yang dia tulis itu dari para saksi & pelayan firman.
pertanyaannya:
- siapakah para saksi & pelayan Tuhan itu?
- standart apa yang ditetapkan lukas dalam mengambil keputusan,bhw apa yg disampaikan o/para saksi & pelayan itu @ benar & bahkan dianggap sebagai firman Tuhan ketika kredibilitas mereka pun tidak diketahui dalam sejarah?

2. dalam yoh 21:25,yohanes menegaskan bhw apa yg dilakukan yesus itu masih banyak yang TIDAK tercatat o/dia.
pertanyaannya:
- standart sprt apa yang digunakan o/yohanes dalam memilih apa yang harus dituliskan dalam karyanya itu?

4.saat yesus sudah tidak ada dibumi,kenapa & oleh siapakah PB ditulis & ditetapkan isi2nya?

5. orang2 kristen selalu pergi beribadah kegerja.tapi apakah yesus pernah pergi kegereja dalam beribadah?

6. apakah yesus pernah pergi kegereja pada hari minggu?ketika orang2 sesudahnya selalu pergi kegerja pd hari minggu?

7. apakah yesus pernah menyuruh u/merayakan hari kelahirannya?

8. apakah yesus pernah menuruh u/merayakan hari kebangkitannya?

9.kenapa dalam PB (perjanjian baru),banyak tulisan2 paulus yang tertera di PB?padahal dia sendiri tidak pernah melihat & mengikuti yesus kemana pun yesus pergi.

10.kemanakah tulisan2 dari pr murid2 yesus yang lainnya?jika mmg matius,markus,lukas & yohanes itu memang muridnya yesus,lalu kemanakah tulisan2 dari para muridnya yang lain?

11.kenapa orang2 kristen,ketika meninggal tidak menggunakan kain kafan?

12.ketika merayakan hari natal,apakah yesus pernah menyuruh u/menyimpan pohon dirumah?


semua pertnyn2 itu sangat sepele,tp kenapa sejarah tidak mampu memberikan jawaban ats hal2 yg sepele sprt itu?

dalam meyakini sesuatu,tp ternyt hal2 yg sepele sprt itu saja tidak mampu terjawab secara relevan,apakah keyakinan itu akan mmpnyi landasan yg kuat lg bnr?

jika iman mau dikatakan benar,maka landasannya pun harus benar dengan didukung o/argument yang kuat lagi bisa dipertanggung jawabkan.

0 komentar:

Poskan Komentar