Minggu, 07 Februari 2010

Fraksi DPR temukan ada unsur korupsi

Tanggal : 06 Feb 2010
Sumber : Harian Terbit


JAKARTA - Berbagai kalangan kecewa dengan hasil kerja Pansus Century. Namun bagi anggota pansus, Bambang Soesatyo, mereka sudah bekerja maksimal, dan akan membuahkan hasil sesuai diinginkan rakyat. "Kami sudah bekerja keras, dan hasilnya pasti memuaskan rakyat," ujar Bambang menjawab Harian Terbit, Sabtu pagi (6/2).

Menurutnya, pada Hari Senin (8/2), pada acara pandangan fraksi-fraksi DPR akan terlihat upaya untuk membongkar kasus ini, dan akan mengungkap sejumlah temuan-temuan seperti pelanggaran UU Perbankan, penyalahgunaan wewenang, dan lainnya.

Bambang mengatakan, Fraksi Golkar pada acara pandangan fraksi akan menyampaikan temuan terjadinya 54 penyimpangan dalam bailout Century. Fraksi PDIP menemukan 45 pelanggaran/penyimpangan, Fraksi PKS 18 pelanggaran, FRaksi PPP 27 pelanggaran, Fraksi Hanura menemukan 63 pelanggaran.

"Dari temuan-temuan fraksi itu paling banyak pelanggaran UU Perbankan atau kejahatan perbankan, penyalahgunaan wewenang, dan ada unsur tindak pidana korupsi," papar Bambang.

Menurutnya, sikap fraksi-fraksi itu sangat mengikat, dan semakin menunjukkan kasus Century sudah terang benderang.

Saat ditanya apakah pansus akan mengungkap kemana saja aliran dana Century, Bambang mengatakan, pada persidangan selanjutnya, pansus akan mengungkap masalah tersebut.

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi Rizal Ismail merasa pesimis Pansus Angket Bank Century akan mampu memenuhi harapan rakyat khususnya mengungkap aliran dana bailout yang selama ini diisukan mengalir ke parpol dan orang-orang tertentu.

Dihubungi Harian Terbit, Sabtu pagi (6/2), Rizal memprediksi hasil pansus nantinya paling banter hanya mengakui ada pelanggaran administratif, pelanggaran UU tanpa memastikan siapa yang bertanggungjawab. Sementara soal aliran dana tidak terungkap dengan alasan tidak mendapat data BPK, PPATK, BI maupun LPS, katanya.

Mengapa Anda begitu pesimis dengan kerja pansus? tanya Harian Terbit, Rizal Ismail menjawab: "Dari dulu saya menganggap pansus ini hanya mencari simpati masyarakat atau mempermainkan emosi rakyat, kecuali anggota pansus dari partai tertentu. Dan yang menentukan sikap nanti bukan anggota pansus, tapi pimpinan parpol masing-masing," tambahnya.

Tanggapan Anda mengenai pernyataan KPK bahwa lembaga tersebut belum melihat ada unsur korupsi dalam kasus Bank Century? Rizal mengatakan KPK juga pengecut apalagi paca kasus Bibit dan Chandra. "KPK hanya berani menangkap pejabat setingkat menteri yang sudah pensiun".

Kasus ini akan terbongkar kalau mendapat tekanan dari rakyat melalui demonsttrasi besar-besaran. "Tanpa tekanan dari rakyat kasus tersebut akan hilang seperti ditelan bumi," tegasnya.

Anggota pansus Ganjar Pranowo dihubungi terpisah mengatakan untuk mengetahui aliran dana talangan yang ditunggu masyarakat pansus sudah minta BPK melakukan audit khusus. Dia mengakui kerja pansus sangat tergantung dengan support data dari lembaga seperti BPK, PPATK, BI maupun LPS. Karena ke empat lembaga itulah yang punya kemampuan untuk menguak data tersebut, tegasnya.

Sementara itu, Sebastian Salang dari Parliament Watch mengatakan satu-satunya harapan aliran dana bailout Bank Century dapat terbongkar hanya melalui Pansus Bank Century. Karena pihak KPK sendiri dalam rapat konsultasi dengan pansus mengatakan lembaga itu belum melihat ada indikasi korupsi dalam kasus tersebut.

"Kita harus memberikan kesempatan kepada pansus untuk membongkar aliran dana yang sangat dinanti oleh masyarakat . Tahap penyelidikan aliran dana akan dilakukan oleh pansus 8 Februari nanti. Mudah-muhan kerja pansus membuahkan hasil sesuai dengan harapan masyarakat,"katanya.

Sebastian Salang merasa optimistis pansus bekerja profesional. Indikasinya dari pandangan beberapa fraksi sudah terlihat mereka menyatakan penemuan pelanggaran-pelanggaran mulai dari proses merger, maupun penggelontoran dana talangan ke Bank Century. "Kita tinggal menunggu soal aliran dana yang memang belum sampai pada tahapan itu," kata Sebastian.

Namun, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit berpendapat lain. Dia menilai pansus akan menemui kesulitan untuk membongkar aliran dana talangan Bank Century. Alasannya selain memerlukan waktu lama, soal aliran dana ini bukan domain pansus, tapi domain penegak hukum. "KPK saja yang profesional dibidang itu menyatakan belum menemukan indikasi korupsi apalagi pansus," tambahnya.

"Masyarakat harus siap kecewa dengan hasil kerja pansus karena untuk membongkar aliran dana bukan porsi mereka tapi porsi lembaga penegak hukum," tambahnya. (wilam/negara)

0 komentar:

Poskan Komentar